POMPA AIR TENAGA GRAVITASI



Dapatkah POMPA AIR BERTENAGA GRAVITASI yang terdapat pada gambar gambar ini bekerja ?

Tulis jawaban beserta penjelasan dan analisa anda pada kolom komentar dibawah ini, dan bagi penjawab terbaik akan mendapatkan hadiah dari kami berupa voucer makan pecel lele gratis selama satu minggu (untuk 2 orang) di gerai gerai ‘Pecel Lele’ milik kami / rekanan kami yang tersebar di sekitar Jabotabek. Terimakasih.

About these ads

132 thoughts on “POMPA AIR TENAGA GRAVITASI

  1. Jawaban saya pasti bisa bekerja dengan baik, karena jarak air hanya beberapa centimeter saja bahkan tak lebih dari 30 cm kecuali pada gambar besar no 3 dimana kolam agak berbeda dan terlihat cukup dalam.

  2. Menurut pendapat saya, alat tersebut tidak bekerja dan tidak akan pernah dapat bekerja sesuai rancangan. Adapun analisanya adalah sebagai berikut:
    1. Ditinjau dari mekanika, energi potensial air yang ada di kolam lebih kecil daripada energi potensial air di mulut keran (keran warna hijau) karena posisi permukaan kolam lebih rendah daripada posisi mulut keran. Dengan demikian, air tidak akan dapat mengalir sendiri dari kolam menuju mulut keran tanpa masukan energi dari luar sistem. Jadi, untuk menaikkan air dari kolam ke mulut keran hijau mutlak diperlukan masukan energi dari luar sistem yang dapat berupa energi listrik (jika digunakan pompa listrik) atau energi lain sesuai jenis pompa yang digunakan.
    2. Ditinjau dari mekanika fluida pada saat keran tertutup dan seluruh pipa dan kaleng terisi penuh air,tekanan hidrostatik pada keran lebih kecil dibandingkan tekanan hidrostatik pada bagian pipa yang tercelup air kolam. Akibatnya air tidak akan mengalir dari kolam ke keran, tapi sebaliknya air dari keran akan tersedot naik ke kaleng dan selanjutnya masuk ke kolam. Pada alat tersebut air tidak dapat mengalir ke kolam karena dipasang katup satu arah pada ujung pipa. Untuk membuktikannya, lepas katup satu arah, tutup keran, kemudian isi pipa dan kaleng dengan air sampai penuh dan tidak ada udara yang tersisa dan tidak ada kebocoran, celupkan ujung pipa pada kolam, celupkan mulut keran pada wadah terbuka yang berisi air, kemudian buka keran. Maka air pada wadah akan tersedot dan air akan mengalir ke kolam. Ketika mulut keran sudah tidak tercelup air lagi dan wadah disingkirkan, maka udara akan tersedot masuk ke dalam pipa dan air dalam pipa (dari ujung leher angsa sampai keran) akan keluar melalui keran sampai habis atau sampai keran ditutup kembali. Jadi keluarnya air dari keran sama sekali tidak membuktikan bahwa alat tersebut bekerja karena air dari kolam tidak tersedot naik ke dalam kaleng, dan yang terjadi adalah air dalam pipa yang keluar melalui keran dan digantikan oleh udara yang masuk melalui keran. Jika keran terlalu kecil atau keran tidak terbuka penuh, maka mungkin air dalam pipa tidak keluar dan udara tidak tersedot masuk ke dalam pipa. Jika tidak ada kebocoran, maka udara dari keran tidak dapat masuk ke dalam kaleng karena terhambat oleh leher angsa. Namun jika tidak digunakan leher angsa, maka seluruh air dalam pipa dan kaleng akan keluar sampai habis dan digantikan oleh udara yang masuk melalui mulut keran.
    3. Pembuat desain alat di atas, mungkin berfikir bahwa gaya berat air dalam kaleng (volumenya besar sehingga gaya beratnya juga besar) yang arahnya ke bawah (melalui pipa ke arah keran) dapat melawan gaya berat air dalam pipa dari kolam (volumenya kecil sehingga gaya beratnya juga kecil) yang arahnya ke atas (dari kolam menuju kaleng). Dengan kata lain secara garis besar, pembuat desain berfikir bahwa alat tersebut akan bekerja seperti prinsip jungkat-jungkit, sisi yang lebih berat akan bergerak ke bawah (turun) sedangkan sisi yang lebih ringan akan bergerak ke atas (naik). Prinsip jungkat-jungkit tidak dapat diterapkan pada desain alat di atas karena:
    * Pada jungkat-jungkit, kuasa (gaya dikalikan dengan panjang lengan kuasa) harus lebih besar daripada beban (gaya berat beban dikalikan dengan panjang lengan beban). Karena gerak sebanding dengan panjang lengan, maka gerak kuasa dikalikan gaya kuasa harus lebih besar daripada gerak beban dikalikan gaya berat beban. Pada jungkat-jungkit mutlak diperlukan titik tumpu.
    * Pada desain alat di atas, tidak terdapat titik tumpu, yang dianggap beban adalah air dalam pipa dari kolam menuju kaleng, yang dianggap kuasa adalah air dalam kaleng. Pembuat desain mengharapkan debit air yang naik dari kolam menuju kaleng sama dengan debit air yang keluar dari kaleng melalui keran. Dengan demikian, sebenarnya dia mengharapkan hal yang tidak mungkin terjadi karena kuasa (debit keluaran dikalikan selisih ketinggian mulut keran dan puncak pipa) lebih kecil daripada beban (debit masukan dikalikan selisih ketinggian permukaan kolam dan puncak pipa).
    4. Pembuat desain mungkin juga berfikir bahwa alat tersebut akan bekerja mirip dengan menyampirkan tembolok ayam di kawat jemuran dimana tembolok yang besar pendek dan berat akan menarik usus yang kecil panjang tapi ringan. Dalam hal itu, kaleng beserta air di dalamnya dianalogikan dengan tombolok, sedangkan pipa dari kolam menuju kaleng dianalogikan dengan usus. Tentu saja analogi tersebut tidak tepat karena usus bersifat lentur sedangkan pipa bersifat kaku. Jika pipa kaku diganti dengan selang lentur dan disampirkan di sebuah palang, memang akan akan terjadi seperti pada usus dan tembolok tetapi itu berarti kaleng beserta selang akan jatuh sehingga alat tersebut juga tidak bekerja.
    Jadi kesimpulannya, ditinjau dari sisi apapun alat tersebut tidak akan dapat bekerja. Kalau ada pihak yang mengklaim telah berhasil membuat prototype yang dapat bekerja, itu hanya omong kosong belaka. Kalau yang bersangkutan tetap ngotot, suruh pasang alatnya di sumur atau di kolam. Jika air dapat mengalir dari keran selama beberapa saat lalu berhenti, berarti dia bohong. Bisa dipastikan bahwa volume air yang keluar tersebut berasal dari air dalam kaleng dan volumenya tidak akan melebihi volume seluruh air dalam kaleng dan pipa. Jika dia benar, maka air akan mengalir terus menerus tanpa henti selama keran terbuka.
    Terimakasih dan salam eksperimen.

  3. Dari foto 1 dan 2 saya melihat konstruksi alat ini tidak solid, pipa input tidak menempel secara kuat/paten ke tabung/galon (hoyag-hayig) sehingga peluang merembesnya udara luar ke tabung saat kran hijau dibuka besar sekali, apalagi jika penutup tabung tidak diperkuat dengan lem.
    Pompa jenis ini dapat bekerja apabila tekanan ujung pipa output lebih besar dari tekanan ujung pipa input.

  4. Menurut saya POMPA ITU BISA BEKERJA DENGAN BAIK atau minimal pernah bekerja nonstop dalam beberapa hari /minggu.
    Pompa itu juga bukan hasil kreasi/percobaan murni dari sipembuat, karena pompa itu pernah dibuat oleh BPPT pada tahun 1988 dan sangat sangat mirip sekali, bedanya adalah yang ini terbuat dari ember sedangkan buatan BPPT dari besi atau drum yang dilas dengan baik, bahkan jarak air bisa mencapai 6 meter dari tabung/ember meskipin itu juga hanya bisa beroperasi dalam beberapa bulan dsaja karena terjadi kebocoran pada pangkal pipa dan prototypenya masih ada hingga sekarang ini.
    Kunci/inti dari mesin pompa seperti ini adalah ‘vacum’. Dimana tidak boleh ada sedikitpun udara yang merembes dari sambungan pipa atau tutup ember itu hingga air dari kolam dapat tersedot naik dan membuat sirkulasi berjalan sempurna. Air tidak akan pernah turun dari pipa sedot karena pada ujung pipa terdapat klep satu arah.
    ( Mantaaabbb… pecel lele gratis selama seminggu….!!! )

  5. Mas Hendrik, punya informasi prototype yang dibuat oleh BPPT nggak? biar infonya nggak simpang siur. Kalo mas Paijo sudah yakin betul tidak ada prototype darimanapun termasuk prototype yang sudah pernah dibuat oleh BPPT. Kalau menurut saya sih intinya konstruksinya masih perlu dibantu dengan rangkaian lain, tapi tetap pada prinsip awal, sebuah pompa air yg tidak memerlukan tenaga listrik. Nah dari rangkaian lain tersebutlah yg akan membantu kerja pompa tersebut untuk tidak terlalu berat mengangkat air ke tabung. Prinsip ‘vacum’ juga sebetulnya masih masuk akal, tentu saja masih perlu waktu untuk diujicoba yg tidak menutup kemungkinan mengarah kepada kebutuhan untuk memodifokasi konstruksi yg ada atau bahkan sampai kepada kebutuhan untuk membuat rangkaian pembantu (rangkaian 2) dengan asumsi rangkaian 2 inilah yang akan meringankan kerja rangkaian 1 yg terlalu keberatan menarik air ke arah tabung.

  6. hampir bisa bekerja, jika pompa ini benar-benar terisolasi dari udara. Selain itu faktor kegagalan yang mungkin terjadi karena pipanya terlalu banyak berbelok ria :D
    apa sudah diberi lem perekat selain lak dari karet ? …

    saya tidak berharap pecel lele koq :lol:

  7. “Bisa bekerja atau pernah bekerja”
    Yang mendasarinya dan terbilang sangat penting adalah : 1- Kedap udara atau istilahnya vacum, dimana tidak boleh ada udara yang masuk dari manapun juga. 2- Sepasang letter U terbalik atau menurut istilah pakar fisika Mas Paijo adalah ‘leher angsa’, dimana fungsinya adalah mencegah udara masuk melalui kran warna hijau bersamaan dengan keluarnya air.
    Tetapi aku kok sedikit ragu, jika memang sesimpel ini membuat pompa bebas listrik, kenapa belum pernah aku melihat jenis pompa seperti ini ? Padahal orang sebentar lagi bisa sampai di planet mars lho… Ra mudeng aku……..

  8. Kalau melihat dari prinsip kerja fluida, gambar diatas bisa bekerja dengan baik, dg syarat :
    1. tabung/ ember harus kedap udara
    2. Untuk menjalankan fungsi tersebut harus diseimbangkan terlebih dahulu dg mengisi air pada tabung/ember minimal 1 : 1, artinya agar mampu mengangkat air, ember atau tabung tersebut harus di isi air terlebih dahulu. Untuk kasus di atas tabung/ ember 20liter, maka jangkauan yg bisa di sedot melalaui piva 1/2 inc maksimal kedalaman 10m.
    3. Pengisian air bisa diganti dg memompakan udara tekanan sekitar 10bar, bisa menggunakan pentil pompa ban sepeda, agar tdk repot buka tutup tabung/ ember

  9. menurut aku ini bisa berfungsi dgn baik asal kaleng ini di isi air penuh tanpa udara sedikitpun,aku pernah praktek pake drum olie cuma gak berhasil krn drumnya msh d penuhi udara,…nah klo berhsl tlong d ksh tau ya,…tp sekedar info alat ini dah di tayangin d TVRI(Bahan Drum) skitar tahun 1990,…dan berhasil,…hehehe

  10. TIDAK MUNGKIN JALAN

    JAdi inget Dulu ketika pak SBY mendanai proyek sie DJOKO PEKOK tanpa tanya dulu sama anak smk saja, malu semua ilmuan sains alam, teknisi, dan fisikawan seluruh indonesia, punya presiden bergelar DOKTOR tapi bisa2nya dibodohi sama sie PEKOK DJOKO

  11. ga bisa bekerja. Kalaupun ada air yang keluar dari keran, air di dalam ember langsung terganti dengan udara, sehingga ga bisa digunakan sebagai pompa.
    Kecuali ada orang yang selalu ngisiin ember itu,, mungkin sambil iseng nangkepin lele yang ada di kolam :P

  12. Jadi jawabannya apa pak?bisa atau ngga? jujur saya masih penasaran. Saya gak ngejar pecel lele nya tapi jawabannya aja agar dapat memantapkan hati saya untuk mulai membuatnya. thanks

  13. ya..pompa ini bisa jalan, asalkan volume/isi dari pipa out-put/leher angsa (2x)> dari pipa hisap untuk menimbulkan momen awal energi kinetik mengalirnya air., yaitu dengan mengganti ukuran pipa alir/leher angsa yg memiliki volume 2x lebih besar dari volume pipa hisap. Tangki vacum pada dasarnya merupakan sistem vacum/tarik yg berfungsi sebagai angker dari momen gaya berat yg di timbulkan oleh volume air yg ada di dalam tangki hisap dimana harus memiliki besaran volume yg lebih besar(berdasarkan perhitungan tertentu).

  14. pompanya bisa berfungsi……sederhananya ingat saja “suntik”, suntik dapat mengisap cairan tanpa listrik,intinya dia harus vacum,air di dalam tabung sebagai media pengisapnya.kemampuannya sangat bergantung dari berat jenis air itu sendiri.hny sj menurut sy volume air yg kluar harus lebih besar dibanding yg msk krn air masuk melawan gravitasi dan air kluar searah gravitasi.jd kesimpulannya pompanya berfungsi tp untuk jangka waktu tertentu sj……

  15. 5 th lalu yg kaya ini dah aq buat dr drum 200lt. tp gak bs bekerja.
    Air dr drum gak mau keluar. Dugaanqu krn drum vakum dr udara jadi tdk ada tekanan bagi air untuk bisa keluar. kl air bisa keluar saya yakin drum bs angkat air dr kolam.

  16. pompa bisa bekerja dengan catatan : panjang pipa yg mengeluarkan air lebih panjang dari pipa masuk air. Logikanya, semakin panjang semakin berat/bertenaga untuk menarik air masuk pipa lebih pendek yg dihitung lebih ringan dibanding keluar. Untuk itu bisa dibuat kelok2 lebih banyak (hemat tempat/ketinggian) atau ditarik jauh dari ember si penyedot. Silahkan renungkan dan coba.

  17. Pemenang lomba “Pompa air tenaga gravitasi” ini adalah : PAIJO. ( http://paijo1965.wordpress.com/ )

    Mohon maaf karena ada sedikit masalah dengan akun saya, maka ada keterlambatan pada pengumuman pemenang lomba lecil kecilan ini, dan hadiahnya pun akan kami ganti dengan uang tunai yang akan kami kirimkan setelah pemenang ( Mas Paijo ) mengirimkan no rekeningnya ke : saracen.moslem@yahoo.com
    Demikian dan terimakasih banyak atas partisipasinya.

  18. Asyik, dapat uang untuk traktir anakku makan pecel lele di warung Gracia. Untung hadiahnya diuangkan, sebab kalau tidak saya musti nyebrang lautan dulu untuk bisa menikmati hadiah pecel lelenya. Maklum, saya kan berdomisili di Sulawesi. Untuk nomor rekeningnya besok saya kirim lewat e-mail, mau yang bank Mandiri atau BRI. Terimakasih dan salam eksperimen.

  19. huuu…..comentnya abstrak semua geuning?gada yang berani ngasih coment yang lebih real pa ya?kayaknya takut keduluan bisa ya…?ha..ha…

  20. sikulator pompa gravitasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan hukum potensial dan prinsif dasar kapiler air dan hukum kekekalan energi. Yang perlu di perhatikan in take pipa masuk harus lebih kecil di banding dengan out take pipa keluar sehingga energi potensial air yg ada di pipa out take akan lebih besar untuk menghisap air yang ada di resorvoir/kolam namun kapasitas air yang di hasikan kedua pipa akan sama tetapi tekanan dan kecepatan aliran akan lebih besar di dalam pipa in take.

  21. Setuju dengan bpk Erwin AP, bahwa pipa intake harus lebih kecil daripada pipa outake dan seluruh tabung dan pipa harus penuh berisi air sebelum kran dibuka.

    Dan saya pikir percobaan ini sudah mendekati sempurna dan seharusnya bisa bekerja sesuai dg yg diharapkan jika klep dan sambungan pipa pipa benar benar rapat. bahkan pengeleman tutup ember yg cukup luas pada pompa tsb diatas sangat berpotensi ada kebocoran.

    Saya sangat setuju jika tabung diganti dg yang lebih besar dan lebih tinggi serta tanpa tutup hingga hanya ada sedikit pengelasan pada bagian pipa intake dan outake saja dimana diharapkan tdk ada potensi kebocoran sekecil apapun.

  22. Terlepas berhasil atau tidaknya percobaan itu,,, ide dan kreatifitas anda sangat luar biasa Mr saracen.
    Salute !

  23. outputnya gk usa vrtikal.horisontal saja dg prbndingan output 10:2 ke input(diameter pipa output lb besar)dg prbmdingan pjg input 1 dan output 8.anda akan menemukan sendiri ukuran besar dan tinggi reservoirnya.leher angsa? Buang saja…

  24. Tidak akan bisa bekerja karena daya tekan kebawah kurang kuat, ini conto sket yg telah berhasil bikin pompa gravitasi, seperti pompa sepeda motor

  25. kalau dijalur masuk tabung diberi klep .. dan tabung ember itu benar benar kedap, maka ystem itu akan menahan air yg ada di pipa masuk, tapi tetap air tidak akan keluar. Tapi jika tidak ada klep dijalur masuk .. kemungkinan besar air malah tertarik kembali kedalam kolam.. soalnya system itu sudah mirip syphone.

    Tapi system ini sebenarnya hydrolic system .. Jika kita beri pompa external dari luar utk mendesak air di tabung ember keluar ..maka air akan keluar. Tapi kalau tidak diberi energy external .. tidak akan ada air yang keluar.

    Kalau dikonfigurasi dengan pompa tangan dragon .. yang dipasang diluar setelah tabung .. tenaga yang digunakan utk menggerakkan pompa jauh lebih ringan dibanding pompa dragon langsung menyedot air dari sumur

  26. Coba systemnya dilepas dulu .. dijalur masuk setelah klep .. disambungkan ke silinder pompa yang juga kedap udara. Jika pompa ditekan, maka air akan keluar dan ditampung dalam suatu ember. Ember ini terhubung ke handle pompa, sehingga Massa air didalam ember yang keluar digunakan kembali utk menekan pompa sampai pompa menyentuh ke bagian dasar. Pada saat tersebut, tinggi air didalam ember dihubungkan dengan syphone pada level tertentu akan keluar dan mengisi ember yang lain dan berikutnya, dengan massa air diember tersebut akan mendesak handle pompa kembali keatas, dst nya

  27. perlu dianalisis secara teoritis terlebih dulu agar menghasilkan siklus aliran, jadi desain mengikuti hasil analisis… semuanya pasti bisa. buktikan donk…

  28. tvri tahun 80-an pernah nayangin tu pompa , coba deh kami – kami ini dikasi info kok tiba-tiba menghilang , klo to ada kendala itu sih biasa , jangan ragu untuk meungkapkannya..tapi saya sangat salut saat itu pompa yang digerakan dengan media gravitasi dan perah ditayangkan di tvri

  29. Gw yakin bisa, ngk ad yg ngak mungkin di dunia, petani ikan di malaysia udah pake, malu klo ngak bisa!!!

  30. bos, tidak bisa bekerja dengan baik..
    ini sama sistemnya dengan overflow
    namun, jika keran hijau dibuka, maka tekanan udara bebas akan memaksa masuk melalui lubang kran, shingga pipa pipa akan terisi oleh udara bebas

  31. Secara alamiah air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah;
    untuk mengubah agar air bisa mengalir ke tempat yang lebih tinggi akan membutuhkan energi.
    Mungkin yang anda maksud di sini mengalirkan air ke tempat yang lebih tinggi menggunakan energi gravitasi bumi. Saya yakin itu adalah hal yang mungkin (bisa), tergantung bagaimana anda merekayasa (ekplorasi) energi gravitasi tersebut.

  32. Bisa berfungsi, asal Pipa input dibandingkan dengan pipa output berbanding 1:1,5.. dan untuk pipa output tidak usah dibuat berkelok2 ke atas karena akan menahan laju air yang akan keluar..

  33. menurut saya pompa itu berkerja dengan baik karna di dalam ember terdapat pompa air elektrik, alasannya pompa di dalam ember tersebut. supaya tidak kehujanan dan kepanasan dari sinar matahari.., semoga benar :)

  34. prinsip zat cair adalah mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, pada saat kran di tutup tekanan di drum dan di kolam adalah sama ( 1atm ), pada saat kran dibuka anda berharap tekanan di drum mengecil, dengan kata lain tekanan dikolam lebih besar daripada tekanan di drum sehingga air mengalir, ternyata harapan ini sia-sia karena pada saat kran dibuka ada udara yang masuk melalui kran sehingga akhirnya tekanan air dikolam dan di drum tetap sama. dan berdasar gaya gravitasi, malah air kembali masuk ke kolam melalui pipa bawah

  35. Kenapa banyak yang sinis dengan prinsip yg sebenarnya sangat sederhana dan masuk akal ini ?????

    Sudah jelas bahwa penambahan selang berkelok kelok sebelum keran berwarna hijau itu adalah untuk menghindari masuknya udara, apalagi jelas terlihat ada katup satu arah pada ujung selang input dimana air dalam tabung tidak akan turun keluar dari sana.
    Saya yakin pompa itu bisa bekerja !

  36. Menurut saya tidak akan dapat bekerja!
    Karena tidak akan berada pada kondisi yang ideal, yaitu dimana air dapat terhisap, sbb :

    ENERGY VACUUM permukaan air dlm tabung turun –> tabung vacuum –> air terhisap.
    Permukaan air dlm tabung tidak akan bisa turun, karena akan terisi lagi oleh air hasil hisapan.

    Salam,
    Anto

  37. mestinya pakai klep satu arah, biar air gak balik ke pipa masuk, kalau dianalisa, embernya besar berisi air full, karna air dalam ember lebih berat dari pada air dalam pipa masuk, jadi ketika air dalam ember mengalir keluar, secara bersamaan juga menghisap air dalam pipa masuk, so.. air mengalir terusssss tuh, great, hemat energi bro

  38. Saya pernah lihat pompa seperti ini pada saat ada pameran diacara TESISTANAS di Bengkulu, disana di buat diatas kolam buatan, karena unik aja saya lihat, saya coba buat di rumah tapi gak berhasil karena udara masuk di lokasi lasnya. Sampai saat ini saya masih penasaran karena sudah di vonis gak bisa sama om paijo tapi kenapa dulu saya lihat di pameran bisa? Apa dibo,ongin kali yaaaa,…..?

  39. @Mank carry : berarti diboongin…, yang betul itu pendapat mbah paijo, klo alat ini sudah ada, pasti dah di patent dan produknya dah banyak dijual pasaran…

  40. System seperti itu insyaALLAH memang bisa dan dapat diperbesar dengan mencapai ketinggian 15 meter – 20 meter, tabung atas berukuran min 2000 liter, kemudian dari air yg keluar di hubungkan ke turbin gen set (15KW), maka jadilah sebuah system “Free Energy”

  41. kemungkanan hampir bisa bekerja.
    jika pipa masuk dibuat miring 45 derajat dan pipa keluarnya dibuat tegak lurus, serta menggunakan tabung yang lebih kuat, tdk seperti tabung pada gambar diatas (elastis), hal tersebut bisa saja memungkinkan vakum tdk bekerja.

    *pecel lelenya dikasihkan anak2 terlantar saja ya !
    heeeee….. :D

  42. Tidak akan bisa….. Tetapi, andaikan sudutnya dibuat dengan kemiringan 30 derajat,Saya rasa Lele tersebut bisa bekerja dengan lancar. sehingga bisa mengenyangkan banyak perut.

  43. masuk akal juga pendapat ayahnya rangga,,,,,, turbin akan menghasilkan listrik untuk memompa air kedalam tabung dan terciptalah sistem free energy

  44. Sepertinya bisa karena Tabung penampung lebih besar dari pipa isap atau pipa keluarnya,nah bila tabung penampung tak ada maka barang mustahil terjadi,juga jika pipa keluar lebih tinggi dari Tabung ini mustahil akan keluar air yang diharap.-
    Mengapa bidsa terjadi pengisapan air?
    1.Adanya Katup penutup di Ujung pipa isap.-
    2.Psisi Tabung lebih tinggi dari pipa keluar/keran
    3.Sebelum diingin kan air dari dalam sumur terlebih tabung juga semua pipa dalam keadaan isi.-
    4.Ada sangsi daya isap kurang jelas berapa meter dan sebagainya dengan catatan kurang yakin kalau kedalama melebihi dari 5 meter.-
    Terima kasih semoga masuk akal.-

  45. mau nanya ….???????????.seandainya saya buat rangkain seperti diatas dan di bantu dengan pompa hisap listrik pada bagian kran pembuangan…apkah dapat membantu pompa listrik lebih ringan menghisap air….kebetulan saya memakai sumur bor dengan kedalaman 30 meter.trks.

  46. Ass……..air sumur bisa keluar tanpa energi listrik,,bukankah kevakuman itu akan mengeluarkan energi bila air keluar lewat kran,dengan sistim yg benar,energi vakum menyedot air dari sumur,bila ruang fakum energinya lemah maka drum akan mengempes……

  47. itu pasti bekerja,,
    dalam sistemasinya tenaga air yang turun mendapat tekanan dari air ember rapat,,dan karena rapat air ember menarik air di saluran pipa atas yang terhubung ke sumber airnya,dan seterusnya sirkulai

  48. Pompa ini bisa bekerja dengan pipa hisap jauh lebih kecil dan kaku seperti pipa untuk AC dan pipa buang berukuran 1/2″. hanya saja ketika terjadi puncak energi vacoom, air dari pipa hisap mengalir mengisi drum dan daya energi vacoom akan menjadi berkurang sehingga menunggu energi vacoom cukup untuk menarik air dari pipa hisap kembali singkatnya bahwa air akan tersendat sendat dan kecil. saran… coba gunakan drum lebih besar dan tinggi agar energi vacoomnya lebih besar dan bisa menggunakan pipa hisap lebih besar.

  49. duhh, pkai timba aja lah tuk naikan air,yang gk butuh listrik to bensin,yng penting gk pusing2 debatin soal itu,yang kemunginan gagalnya 99.9999%

  50. Saya coba bisa mezki saya buat perbandingan lebih kecil 1:2.
    Tekniknya isi full receiver (tong) hingga full bersamaan menutup kran. begitu full buka kran, fluida akan bersikulasi mengalir ke bawah dan menghasilkan daya hisap melalu udara celah tertutup. Syaratnya harus benar2 tertutup rapat tanpa bocor, pipa air keluar lebih pendek, kalau bisa jangan di kasih katup, sbab mngurangi daya hisap. Cepat lambatnya aliran air bisa di lihat pada volume receiver. receiver adalah POWER START. makin besar receiver makin cepat aliran air. ketinggian dapat anda kira sndiri. ok
    saran: perencanaan, perancangan belum tentu benar sama dgan prakteknya.
    COBA DULU BARU NGOMONG
    MENCOBA SAMBIL NGOMONG
    KALAU SUDAH BISA JANGAN DIAM KAYAK KEONG

  51. Menurut saya ukuran tabung tidaklah terlalu berpengaruh selama perbandingan pipa sedot dan pipa keluar tetap sama, dan untuk ukuran tabung seperti gambar diatas,,, sebaiknya pipa pipa harus lebih diperkecil lagi seperti penggunaan selang untuk akuarium dan pompa tersebut baru akan bisa berjalan seperti yang kita harapkan.
    Selamat mencoba.

  52. Wah banyak banget komentnya, menurut saya tidak bisa bekerja kecuali pake selang yang panjang, nyedotnya dari khatulistiwa outputnya dikutub utara yang medan magnetnya lebih besar.
    Sebab saya pernah nyoba lagi jaman TVRI dulu, g berhasil mulai dari segede drum sampai pake botol minuman mineral. Klo iget itu wah jengkel banget mana ngelasnya jauh lagi, sampai sekarang drum tsb masih dirumahku sbg kenangan kepolosanku. Waktu itu aku masih sekolah tapi sempet ditanya ayahku mau dibawa ke mana tu drum, aku jawab ada aja (sambil membayangkan aku bisa membuat ayah bangga dengan pompa air bebas biaya) untungnya beliau tidak protes drumnya aku pake padahal tadinya mau dipake buat jualan minyak…. setelah jadi ayahku malah sempat ikut bantuin ngisi air ke drum tapi air g keluar lewat pipa out put malah air membalik keluar lewat pipa input, setelah bolak balik ngisi dan begitu lagi sambil coba lakukan penyesuaian g berhasil juga. bayangkan ngisi drum yang sebesar itu ditempat yang agak tinggi berapa ember aja akhirnya aku berkesimpulan bahwa air memang mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.
    Bahkan saya coba membuat percobaan terbalik pake drum ditengelamkan ke kolam dengan asumsi tekanan air terhadap drum dapat mendorong air naik ternyata tidak juga berhasil (percobaan yang ini lebih sulit karena harus nenggelamin drum kosong) kalo inget kejadian belasan tahun lalu jadi geli….

  53. Menurut saya teori tsb bisa bekerja harus banyak mencoba buktinya saya minum air pakai sedotan gelasnya tetap di bawah mulut bukan di atas mulut yang komen tidak bisa bekerja apa kalau minum pakai sedotan gelasnya ditaruh di atas kepala mungkin

  54. sd pasti paijo menang.itu kan seperti prototipenya paijo.sadarlah… Paijo kan eksperimenter, jadi pasti dia sd tau bgm caranya utk bs nyedot air.cb lihat artikelnya ‘pompa gravitasi’ disitu sengaja kita dikasi gambar yg salah.pake leher angsa lah, pake klep lah… Pake klep atau tidak itu sm saja.pompa itu tenaganya kan vakum. masalahnya hanyalah udara yg masuk dr output.solusinya perbesar v out bukannya leher angsa..

  55. MENURUT AQ KEMUNGKINAN KEBERHASILANYA 99,9999%. seperti teman-teman diatas saratnya 1. wadah n pipa harus hampa udara(hanya terisi air) 2. bahan2nya harus terbuat dari bahan yang keras(terutama tabungnya tidak boleh dari bahan yang bisa mengkeret). saya pernah mencoba tapi dari botol minuman bekas dan ternyata BENAR-BENAR BERHASIL Tapi botol saya mengkeret meskipun begitu air tetap dapat keluar terus menerus.

  56. SAYA RASA APABILA DILAKUKAN UJI COBA EMBER TIDAK AKAN TAHAN TERHADAP KEPAKUMAN YANG TERJADI, EMBER AKAN BEKYOK TIDAK KUAT MENAHAN TEKANAN SEHARUSNYA DIGANTI DENGAN TABUNG BESI SUPAYA TIDAK KERJA DUA KALI TERIMSS.

  57. sudah saya oba dirumah, air bisa masuk ke drum dengan metode vacum tapi air ga bisa keluar dari drum, karena sama saja saat kita masukin sedotan ke air trus kita angkat sedotannya dengan menutup bagian ujung sedotan, maka air yang ada di dalam sedotan ga bisa keluar

  58. Pake selang 1 inchi aja, diatasnya kasih kayu untuk nyangkutin selangnya, sisi sebelah masuk ke kolam, dan sebelahnya lagi nggantung diatas kolam, baru air disedot pasti ngalir terus nggak brenti2…..hehehehe….

  59. Setelah dilakukan uji coba ternyata alat bisa berfungsi dengan catatan:
    1. tong penampung air harus hampa udara
    2. selang input harus 2X lebih kecil dari pada selang output (input paralon 1/2 dim dan 2 dim) bisa 1/2 dim dengn 4 out dari tong
    penampung
    3. ketinggian tong penampung tidak melebihi 1/2 meter (maksimal 30 cm)
    4. akan bertahan selama 2 – 3 hai dan lakukan isi ulang tong penapung

  60. bsa bekerja dng baik asal dari pipa yg bawah sampai tabung sudah terisi air tampa ada angin…
    istilahnya menyedot air dng tenaga air yg keluar melalui kran yg di buka

  61. logika aja gan
    kalo si penemu ini benar2 penemunya and bsa bkerja dg baik dalam jangka lama knapa gak d patenkan
    karena kalo benar2 bekerja akan d jadikan sebuah penemuan besar dmana energy nya yang tanpa batas dapat d manfa.atkan ke masyarakat

    saya dah buat tpi gagal karena tabung besinya bocor and mingkup akibt tekanan yg luarbiasa besarnya

    skarang lg desain pke bhan yg ampuh dg rumus fisikanya

    jadi siap presentasi

  62. alat tersebut tidak akan beqfungsi kalau hanya mengharabkan tekanan air. karena tekanan air. pada pipa dan ember akan selalu sama.

  63. Scara teori alat di atas bisa berfungsi.
    Namun scara perhitungan alat di atas tdk mungkin akn bisa berfungsi, atau alat di atas akn berfungsi jika pipa yg di gunakan diperkecil skecil sedotan yg biasa dipake minum es.

  64. Jawaban mas paijo dan mashadikammis sudah betul…

    besaran pipa output harus lebih besar dari pipa input, perbandingan pipa tergantung pangjang pipa input dan output dari permukaan kolam..air dalam tangki akan tetap habis, tergantung volume air dalam tabung dengan pipa outputnya…. semua sdh dikupas diatas..

    kalau ini bisa berjalan sepanjang masa… pertambangan minyak bumi bisa tutup… he..he.he…

    pemikiran bagus….. tapi lebih bagus mikir cari duit aja… supaya bisa membiayai pompa….

  65. Yang ngomong bisa mungkin hanya berangan-angan saja!
    saya sudah praktek dari tong sampai bahan tembus pandang untuk mendeteksi kebocoran udara, ganti2 pipa inlet dan outlet dari kecil ke besar dan sebaliknya. Tapi gagal total..
    Saya ga ngerti hukum kekekalan energy, tapi pd kenyataannya eksperimen spt ini membuktikan gagal!
    Berteori boleh tp harus didukung bukti nyata.

  66. desain ini tidak dapat bekerja. karena air mengalir berdasarkan hukum hidorstatik yang dipengaruhi oleh ketinggian “h”. Jadi kalau mau bisa bekerja dengan baik harus ada starter gaya dari luar. paling tidak saat meletupkan untuk pertama kali.

  67. tahun 90-an saya pernah coba dgn galon jerigen besar. jerigen diisi dengan penuh, trus antara tidak ada yg bocor di selang input, klep/tutup jerigen. setelah bbrp saat dinding jerigen mengkerut, air pun bisa naik keatas… sampai bbrp saat kemudian air dari pipa output tidak ada yg ngalir dan air dari bawah pun tidak tersedot (mengalami kesetimbangan)

  68. PASTI TIDAK BISAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA KARENA PIPA YG DI CELUPKAN KE DALAM KOLAM TERSEBUT AKAN TERGANGGU OLEH IKAN2 LELE YG BERENANG KE SANA KE MARI ……..HAHAHAHAHAHAHAHA KALO BISA ALAT ITU BEKERJA NANTI IKAN YG LELE YG BERENANG DEKAT PIPA ISAP AKAN IKUT TERSEDOT JUGA IKAN LELE NYA HAHAHAHAHAHA MASUK AKALKAN?SEHARUSNYA SAYA PEMENANGNYA BUKAN MAS PAIJO.

  69. gambar diatas tidak bisa bekerja 1 pipa input dan output sama 2 pakai klep dan kran air supaya bisa kerja pipa input lebih kecil dan tabung benar2 vakum setelah dipenuhi air saluran input dan output kita buka sama2

  70. Salut untuk kang Paijo yang kreatif, sudah banyak komentar yg beragam ( kl yg digambar pk ember plastik bekas cat tembok jelas ga bs ) tp apapun itu dan kl percobaan kang Paijo ada yg berhasil coba di share / dibagi keseluruh rakyat/bangsa ini supaya manfaat, tidak perlu pake pecel lele, tp kl mo dikirim aku gak nolak heeeeee….heeeee, ato nunggu 10 th baru ada yg bisa makan pecel lelenya kang Paijio ……… Salam kreatif

  71. Maaf saya udah melakukan percobaan2 berbagai bentuk drum ,leher angsa ,dan jenis ukuran, dari demensi pipa Dan tabung, tidak pernah berhasil . Tapi ada satu kekurangan , yang belum disempurnakan pada gambar tersebut . Sekarang saya ada 1 designe pompa yang terakhir saya coba bisa berhasil .

  72. bisa…sy sdh coba dan berhasil tp ada sedikit tambahan untuk pipa inputnya untuk awal harus berisi air penuh dan dipasangi klep satu arah coba aja ..

  73. mengapa tidak ada perusahaan yg membuat dan dipasarkan dimasyarakat?
    apa mungkin tidak bekerja?
    banyak web yg menentang pompa grafitasi,dan alasannya masuk akal

  74. kalo yg punya ki joko bodho pompa itu pasti dan pasti bisa bekerja,hisap jin ke botol aja bisa apalagi hisap air.

    (ingat hukum kekekalan energy)

  75. impaibble bisa bekerja, kalau mang ya,..bisa bekerja tentunya pompa, listrik yg dijual ditoko tentunya jarang laku,..mengapa tidak ada perusahaan yg membuat produk seperti ini? ada apa gerangan ? hingga saat ini kami menunggu kok gak muncul juga…..

  76. Yang bilang tidak bisa mungkin karena dia MERASA sudah banyak mencoba tapi belum berhasil. Itu namanya putus asa gan..ada yang bilang putus asa itu dosa. Kalo di bilang menyalahi hukum alam kenapa kita tidak belajar dari pompa Hydram. Jadi untuk tujuan yang mulia, bumi yang lebih hijau dan hidup yang lebih baik jangan pernah berhenti mencoba. Semoga sukses!

  77. Pompa tersebut dapat bekerja bila tabung beserta instalasinya telah terisi penuh dengan air dan tidak ada kebocoran dan tidak ada udara yg dapat masuk sehingga apabila keran dibuka ruang didalam tabung vakum dan akan menyedot air

  78. bisa bekerja …saya sendiri telah buat itu dengan catatan instal pipanya ngak ada kebocoran sedikitpun…

  79. bisa ga di tampilkan hitungan teknisnya jika, kapasitas tabung makin diperbesar, brapa HS (head Suction) maksimum yg bisa di hasilkan dan berapa sebaiknya diameter isap dan tekan yg ideal untuk menghasilkan kontinyuitas aliran yg baik.

  80. Para rekan yang baik…. Pemenang sudah diumumkan…. satu hal yang mungkin dilupakan… bahwa yang ditanyakan adalah alat yang ada di gambar itu, buakan yang lain… kalau ada percobaaan dengan renovasi dan tambahan pada rancangan gambar di atas, ceritanya sudah lain lagi, dan sudah keluar dari inti pertanyaan…… terimakasih…

  81. alat ini bisa bekerja asal untuk ketinggian jgn lebih dari 10 meter,
    perihal deras tidaknya tergantung dari pompa listrik yang dipasang di ujung dekat kran!!!!hihihi

  82. Bisa.!!!!
    1.Asal Pipa masuknya air terdiri dari pipa pipa kapiler yg jumlahmya banyak. contohnya :air ditanah aja bisa di tarik hingga menuju daun.. cuman aq bingung mau buatnya dari apa.. tentunya modalnya harus minim. klo mahal bgusan beli pompa listrik aja.
    2. tabung harus dalam keadaan penuh sebelum keran bawah di buka

  83. Tidak akan pernah bisa, logikanya seakan bisa, katanya tangkinya harus vakum biar ada tekanan energi hisap ketika dibuka kran keluar, faktanya ketika kran dibuka tabung tidak menjadi vakum, lubang di kran bukankah sebuah kebocoran, kang paijo ku yakin sdh hbs akal coba berbagai cara, sehingga berkesimpulan tdk bisa lawan hukum alam. Ide pompa ini kukira banyak menginfirasi banyak orang, termasuk aku, jauh sebelum aku banyak baca perbincangan tentang pompa ini, sangat menggodaku untuk membuat eksprimen, namun tdk pernah kulakukan, kucoba kslkulasi tdk akan mungkin terjadi kecuali ada tambshan energi dari luar

  84. ikut nimbrung ahh.kalok menurut sy pompa grafitasi setelah kran out di buka tabung/ mber tidak menghasilkan udara.jusru mengosongkan udara(vacum) kalok pakek bhn plastik yo kempes brow.salam

  85. Dirumah saya telah mencoba sistem yg telah dibuat sdr Paijo, hasilnya adalah :
    1. Sistem ini bisa bekerja dengan baik jika memenuhi beberapa persyaratan al:
    a. Alat harus benar-benar kedap udara, sehingga jika dalam penyambungan pipa ada sedikit saja kebocoran maka alat tidak bisa bekerja dengan baik
    b. Volume tabung berpengaruh dan harus > dari volume air yg tersedot dalam pipa (naik) sehingga air bisa keluar secara terus-menerus, artinya semakin dalam sumber air / semakin tinggi letak tabung maka mutlak harus semakin besar volume tabung dan semakin kuat bahan tabung
    Hal ini bisa saya katakan karena saya telah mencoba dan sampai komentar saya ini saya tulis saya belum mendapatkan hasil yg sempurna,
    Hasil eksperimen saya;
    1. Air memang benar berhasil mengalir pada lokasi dekat dg sumber air (1 M), akan tetapi setelah ketinggian tabung saya naikkan (3 M) yg artinya sumber air semakin dalam, maka pompa tidak mampu menyedot air dari sumber
    2. Saya katakan semakin tinggi letak tabung dan/atau semakin besar air yg kita inginkan maka volume tabung mutlak hrs lebih besar dan bahan tabung hrs kuat, karena dari hasil eksperimen yg saya lakukan dengan tabung dari bahan plastik seperti contoh diatas, maka yg terjadi tabung tidak kuat menahan hisapan sehingga tabung menjadi kempis dan air tidak dapat terangkat ke atas (gagal)

    Demikian komentar saya semoga bermanfaat, salam eksperimen…!!!!

  86. bisa berfungsi.pada dasarnya cara kerja peraga air itu hanya mengadobsi dari sifat air yang mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.semakin gede ember penampung airnya semangkin kecang /gede daya hisapnya.thank

  87. Jelas alat tersebut diatas seharusnya bisa berfungsi dengan baik tanpa perlu memperbesar atau memperkecil tabung utama maupun selang penghisapnya, hanya saja sipembuat melupakan sebuah hal kecil yang menjadi kunci utama untuk menghindari masuknya udara kedalam tabung melalui kran hijau ketika tersebut dibuka atau ketika kevacuman mulai terbentuk dimana “vacum tersebut mencari cara untuk menutup kevacumannya dengan cara menghisap air melalui pipa sedot namun karena jarak antara kran dengan tabung lebih dekat dari pada pipa sedot maka yang terjadi adalah udara akan masuk melalui kran tersebut dan sistem pompa yang diharapkan bekerja dengan energi vacum tersebut menjadi sia sia.

  88. ini menangkut hukum kekekalan energy,di mana energy tidak dapat di ciptakan,energy tidak dapat di musnahkan.
    yetapi teruslah mencoba untuk mementahkan teori hukum yang di temukan ilmuan barat itu……………..

  89. Bekerja sepanjang masa.
    caranya kerjanya yaitu mula2 tabung diisi air penuh,dengan syarat tidak ada kebocoran udara dalam alat ini.saat membuka kran,otomatis air kolam akan tersedot karena terdapat tarikan dari tandon air (drum) yg terus menerus menarik air kolam dan mengalirkan pada kran dengan gaya gravitasi besar yang ditimbulkan oleh tandon yg berisi air.coba lihat ulasannya di sini http://web-ariawan.blogspot.com/2012/08/cara-membuat-air-mancur-abadi-tanpa_1.html

  90. menurut saya alat tersebut tidak akan bekerja, alat akan bekerja bila pipa out put lebih panjang 3/4 kali lipat lebih panjang dari pipa input. insya allah air akan tertarik melelui pipa input dan yang menarik adalah air yang ada di pipa out put. itu akan berhasil karena telah saya buktikan

  91. gak bakalan berhasil…ampe kiamat pun gakbakalan berhasil,,,,. kalo berhasil coba unggah video nya yang memperlihatkan volume air yang dihisap dan dikeluarkan sama…

  92. Nggak akan berhasil kecuali jika tekanan jatuh (kinetis) lebih besar dari tekanan hisapnya.. Lebih dari 30 tahun lalu saya sia2 mencobanya untuk menghisap air dari sumur. Waktu itu listrik belum masuk desa saya untuk menggunakan electric pump.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s